Kabupaten Ngawi, Jawa Timur · 3 November 2026
Lintas Ngawi Raya Lintas Ngawi Raya
Lainya
Terbaru
Nasional

Beredar Isu AHY ingin ganti wapres, Andi Arief beri jawaban menohok

Terakhir diperbarui: 3 November 2026 09:43

Reporter: P. Sugito

Redaksi: Prabowo Gito Wiratno

Diposting 3 November 2026 · 2 menit membaca

Beredar Isu AHY ingin ganti wapres, Andi Arief beri jawaban menohok
Foto: P. Sugito / Portal Berita

7 Views

MATRA-ngawi.avlgocom.com-Petinggi Partai Demokrat Andi Arief memberikan pembelaan terhadap Wasekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon. Hal ini dilakukan menyusul polemik analisis hukum terkait putusan Mahkamah Agung yang disampaikan Jansen.

Andi menegaskan bahwa Jansen merupakan rujukan analisis hukum di internal partai. Ia menyejajarkan kapasitas Jansen dengan politisi Demokrat lainnya, yakni Benny K. Harman dan Didik Mukrianto.

“Kawan saya Jansen Sitindaon adalah salah satu sumber rujukan analisis hukum Partai Demokrat bersama Benny Harman, Didik Mukrianto, dan lainnya. Mereka memang sekolah di bidang hukum dan sangat serius serta objektif,” ujar Andi melalui akun X pribadinya pada Senin, 2 November 2026.

Andi menyebut pandangan hukum yang disampaikan Jansen sejalan dengan para pakar, seperti Mahfud MD, Jimly Asshiddiqie, hingga Margarito Kamis. Ia menantang pihak yang berseberangan untuk membalas argumen Jansen dengan logika hukum yang berimbang.

Selain itu, Andi menepis isu liar yang menuding Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berupaya menggantikan posisi Wakil Presiden saat ini. Ia memastikan AHY akan menempuh jalur kompetisi resmi melalui Pemilu setelah masa jabatan Presiden Prabowo Subianto berakhir.

“Tidak sekarang, AHY akan memilih jalan berkompetisi melalui Pemilu yang baik setelah era Pak Prabowo,” tegas Andi.

Sebelumnya, Jansen menolak jika pandangan hukumnya dikaitkan dengan ambisi politik pihak tertentu. Hal ini merespons saran kader PSI Dedy Nur Palakka yang meminta Demokrat keluar dari koalisi.

“Jangan sampai setiap pandangan hukum yang sifatnya konstitusional justru ditafsirkan sebagai ambisi politik. Demokrasi membutuhkan kedewasaan kita bersama untuk membedakan mana pandangan hukum dan mana kepentingan politik,” ujar Jansen.(psg)

Berita Terkait

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di berita ini.

Komentar akan tayang setelah disetujui admin.